Di pagi hari gw udah melancong ke Polres untuk buat SKCK, sesampainya disana gw ditanyain ada keperluan apa ke sini, tanya pak Polisi itu...gilaaaaa aja gw kayak di introgasi aja di sana...everything needs an explanation di police office itu. trus gw bilang buat SKCK untuk ngelamar kerja Pak, "ngelamar kerja dimana?" tanya pak Polisi itu lagi...Aiiiish KEPO banget sih Pak Polisi ini bisik gw dalam hati, trus gw jawab aja belum tau Pak. Silahkan ke loket 4 ya Dek kata Pak Polisi itu ke gw. Kemudian gw pergi ke loket 4, disana ke sepuluhan sidik jari tangan gw di periksa, kemudian menganalisisnya.. sembari menunggu beliau menganalisis sidik jari gw,, gw diam aja diruangan itu...sementara polisi yang lain asik memperbicangkan masalah jodoh,,dari pembicaraan yang gw denger ternyata polisi polisi itu lagi galau masalah jodoh. Ternyata udah punya pangkat yang bagus pun masih juga galau tentang jodoh. Kemudian salah satu polisi yang paling tua dari polisi polisi yang lainnya memberikan saran "jangan terlalu terburu-buru mencari pasangan". Tib-tiba, "ini Dek" kata pak Polisi yang tadi menganalisis sidik jari gw, beliau memberikan selembar kertas kecil yang berisi rumusan sidik jari gw.....gw baru tau kalo ternyata sidik jari itu ada rumusnya juga, gak hanya matematika, fisika dan kimia saja yang punya rumus. Selanjutnya gw pergi ke loket selanjutnya, gw mesti nunggu kira-kira 15 menit, baru deh SKCK gw keluar.
Terakhir posting di blog ini tahun 2014. Blog ini kembali berhasil saya buka, udah lupa password nya, udah lama gak nulis disini. Finally i can reset the password and alhamdulillah it can be opened. Sekarang tahun 2017, udah 3 tahun gak nulis, kangen banget mau nulis, semenjak bekerja di salah satu bank konvensional gak ada waktu mau nulis di sini. Ini kebetulan ada long weekend dan hanya stay at home aja. Mau ke Sumbar bosaaaan, mau ke Duri malaaas, maceeet banget. Postingan terbaru ini saya dedikasikan untuk keluarga saya, khusus nya untuk Papa (T_T). Ta kepikiran Papa. Tiap malam klo Papa kerja malam selalu kepikiran. Nulis ini udah mulai nahan air mata biar gak nangis. Terlahir jadi anak paling tua itu bukan beban. Justru banyak syukur nya, banyak pengalaman hidup yang di dapat. Papa is my the motivator. As a father, he's never talk much. He likes an action, do more and talk less. that's way, if you meet my father for the first time you will think my father is a...
Komentar
Posting Komentar